Kodim Boyolali Tinjau Lokasi TMMD 2026
Kodim 0724/Boyolali bersama Dispermasdes meninjau lokasi sasaran TMMD 2026 di Wonosegoro. Jalan desa sepanjang 800 meter siap dibangun demi percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat pedesaan.
TOPIKPUBLIK.COM – BOYOLALI – Komando Distrik Militer (Kodim) 0724/Boyolali melalui Babinsa Koramil 17/Wonosegoro, Sertu Ngatmo, menghadiri kegiatan peninjauan dan verifikasi lokasi sasaran TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim Survey dari Staf Teritorial Kodim 0724/Boyolali bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Kabupaten Boyolali. Peninjauan dilakukan di Dukuh Krembes, Desa Kauman, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, pada Rabu (18/06/25).

Agenda peninjauan ini menjadi bagian penting dalam proses awal perencanaan Program TMMD yang akan datang. Fokus kegiatan adalah melakukan pengukuran panjang dan volume jalan desa yang menjadi objek pembangunan. Jalan tersebut membentang sepanjang kurang lebih 800 meter, berfungsi sebagai akses utama masyarakat untuk kegiatan pertanian, sekaligus menjadi jalur penghubung antar wilayah desa. Kondisi jalan yang strategis ini dinilai sangat layak untuk ditingkatkan melalui program terpadu lintas sektoral tersebut.

Secara terpisah, Danramil 17/Wonosegoro, Kapten Inf Dwi Supriyanto, menyampaikan bahwa kegiatan verifikasi dan peninjauan lapangan ini sangat krusial demi menjamin keberhasilan pelaksanaan TMMD Kodim 0724/Boyolali TA 2026. “Langkah ini merupakan tahapan strategis untuk memastikan kesesuaian lokasi dan sasaran program. Dengan perencanaan yang matang, pelaksanaan TMMD dapat berjalan optimal dalam rangka menciptakan Ruang, Alat, dan Kondisi Juang (RAK Juang) yang mendukung tercapainya Kemanunggalan TNI dan Rakyat,” ujarnya.

Ia menambahkan, TMMD bukan hanya kegiatan TNI semata, namun merupakan kolaborasi lintas elemen bangsa. Keterlibatan aktif unsur Polri, pemerintah daerah, perangkat desa, instansi non-pemerintah, serta partisipasi langsung masyarakat, menjadi kunci sukses pembangunan yang berkelanjutan dan merata. “Gotong royong dan sinergi menjadi ruh utama dalam pelaksanaan TMMD, terutama dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah tertinggal, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat pedesaan yang selama ini masih terpinggirkan,” pungkasnya penuh semangat.

Dengan adanya program TMMD yang terintegrasi dan terencana sejak awal, diharapkan hasil pembangunan tidak hanya memberikan dampak fisik berupa infrastruktur yang memadai, tetapi juga menghidupkan kembali semangat kebersamaan, memperkuat pertahanan wilayah, serta memperkokoh jalinan kepercayaan antara rakyat dan institusi negara.























